KALABAHU 2017: Membumikan Bantuan Hukum Struktural Untuk Keadilan Sosial dan Pemuliaan Martabat Kemanusiaan

27 - Mar - 2017 - by - Agenda,Program - No Comments »
Picture ofKALABAHU 2017: Membumikan Bantuan Hukum Struktural  Untuk Keadilan Sosial dan Pemuliaan Martabat Kemanusiaan


Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) LBH Semarang

Angkatan XIX Tahun 2017

“Membumikan Bantuan Hukum Struktural

Untuk Keadilan Sosial dan Pemuliaan Martabat Kemanusiaan”

 

DASAR PEMIKIRAN

“Kita Berjanji bahwa tidak akan ada yang ditinggalkan (dalam perjalanan kolektif untuk mengakhiri kemiskinan dan ketidaksetaraan).

Kita akan berusaha keras untuk menjangkau mereka

yang paling ditinggalkan.”

[Manifesto PBB dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan]

 

Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) adalah media pendalaman kemampuan hukum untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin, tertindas dan marjinal. KALABAHU merupakan pembekalan dasar kepada sarjana maupun mahasiswa hukum yang ingin menjadi praktisi hukum progresif. Oleh karenanya materi KALABAHU tidak sebatas pembahasan hukum yang pernah diajarkan di bangku kuliah, ada juga materi dasar yang disiapkan untuk membentuk karakteristik berfikir para pesertanya. Karakteristik ini diperlukan bagi pembentukan pola pikir, sifat dan sikap keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat miskin dan tertindas. Setelah pola pikir, sikap dan keberpihakan itu tertanam maka diasah kemudian oleh pengetahuan dan keterampilan penunjang mengenai teori dan praktik-praktik pemenuhan, perlindungan dan penghormatan HAM.

Terdapat dua alasan strategis dalam pelaksanaan KALABAHU. Pertama, KALABAHU diperuntukkan bagi penyebaran ide-ide bantuan hukum struktural ke masyarakat. Peserta yang begitu beragam dan menyebar di berbagai tempat, memudahkan penerapan visi dan misi bantuan hukum. Setidaknya visi dan misi tersebut dapat dipergunakan sebagai pendekatan atau cara untuk menyelesaikan sebuah masalah yang muncul. Kedua, strategis bagi proses regenerasi di LBH-LBH, khususnya di LBH Semarang sendiri.

Tema KALABAHU LBH Semarang Angkatan XIX tahun 2017 “Membumikan Bantuan Hukum Struktural untuk Keadilan Sosial dan Pemuliaan Martabat Kemanusiaan” bukanlah tanpa tujuan. Setidaknya berdasarkan data catatan akhir tahun (catahu) 2017 LBH Semarang, masih ada sebanyak 73.352 orang yang terlanggar Hak Asasi Manusianya di wilayah Jawa Tengah. Pelanggaran Hak Asasi Manusia tersebut setidaknya terjadi pada sektor pertanahan mencapai 68 kasus dengan luas lahan sekitar 15.194,4464 ha. Di dalamnya meliputi kasus-kasus konflik tanah Hak Guna Usaha (HGU), kasus tanah Perhutani, dan pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Di isu perburuhan terdapat 42 kasus yang terdiri kasus PHK sepihak tanpa pesangon, jaminan sosial pekerja, dan upah layak. Di isu lingkungan dan nelayan-pesisir terdapat 42 kasus meliputi perubahan tata guna lahan, pendangkalan dan penyempitan sungai, pencemaran lingkungan, reklamasi kawasan pesisir, rob dan banjir. Sedangkan untuk isu miskin perkotaan terdapat 61 kasus yang meliputi penggusuran, relokasi dan razia/penggarukan.

Selain masih banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, Keadilan Sosial yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia masih terlihat ‘panggang jauh dari api’. Hal tersebut terjadi tentu bukan tanpa sebab, berdasarkan data catahu 2017 LBH Semarang setidaknya ada 11 regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah maupun Pusat yang pro investor/pemodal. Sumber Daya Alam yang hanya mampu diakses oleh sebagian kecil orang, pengabaian partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan dan perumusan regulasi oleh pemerintah semakin menambah daftar panjang ketidakadilan sosial yang terjadi saat ini. Selain itu, banyaknya ketimpangan penguasaan lahan antara pemodal dengan masyarakat sebagai contoh kasus yang terjadi di Surokonto Wetan Kabupaten Kendal. 3 (tiga) orang petani harus dikriminalisasi dan divonis 8 (delapan) tahun penjara serta denda 10 (sepuluh) Miliar subsidier 6 (enam) bulan karena menggarap selama berpuluh-puluh tahun lahan nenek moyang nya yang kemudian beralih menjadi kawasan hutan akibat tukar guling yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Contoh kasus tersebut tentu menjadi preseden yang sangat buruk bagi cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan keadilan sosial.

Adanya ribuan orang pencari keadilan datang ke LBH Semarang setiap tahunnya, menjadikan KALABAHU sebagai salah satu tempat mencari bibit tangguh, kreatif, inovatif dan progresif. Kebutuhan sumber daya manusia di LBH Semarang sangat penting, karena sangat jarang para praktisi memilih untuk menjadi pembela atau sering disebut sebagai pembela HAM.

Diketahui secara umum, bahwa peran LBH tidaklah pada wilayah pemberian bantuan hukum secara tradisional yaitu pendampingan hukum sebatas litigasi atau non-litigasi. LBH juga berperan untuk merubah sistem atau kebijakan pemerintah yang keliru terhadap masyarakat. Melalui pembekalan di KALABAHU diharapkan ada keterlibatan para praktisi atas perubahan kebijakan atau produk hukum yang tidak adil.

Selain itu, ada peran penting LBH dalam mencerdaskan masyarakat melalui sosialisasi hukum, pelatihan/pendidikan hukum dan penyadaran tentang hak-hak warga Negara yang harus dipenuhi. Melalui metode ini, pola pikir masyarakat dapat dirubah menjadi sosok yang tidak takut lagi mengemukakan pendapat dan berani menuntut hak-haknya, termasuk juga peran untuk terlibat dalam proses demokratisasi. Melihat betapa beratnya peran LBH, maka melalui KALABAHU sosok-sosok praktisi yang ideal dapat dibentuk. Kesamaan pemahaman, visi dan misi merupakan suatu keharusan dalam membela kepentingan masyarakat banyak. Ditambah juga dengan adanya jaringan yang lebih luas dari para peserta memudahkan LBH Semarang melakukan peran ditengah-tengah masyarakat. Adanya materi dasar sebagai bentuk pemantapan pemahaman, adanya materi penunjang terkait dengan isu-isu kemasyarakatan menjadi dasar pembelaan, serta adanya pendalaman hukum positif secara teori maupun praktik menambah kemudahan melakukan pembelaan secara hukum. Metodologi yang sudah dirancang diharapkan dapat membuahkan praktisi-praktisi hukum yang ideal, adil, berpihak kepada masyarakat, mempengaruhi kebijakan dan menjadi contoh teladan di masyarakat. Konsep ini sangat ideal bukan tidak mungkin kaderisasi melalui KALABAHU dapat membuahkan pengaruh terhadap penegakan hukum di Indonesia yang sedang carut-marut.

Dari uraian diatas, maka perlu bagi Lembaga bantuan Hukum (LBH) Semarang memberikan pendidikan Karya Latihan Bantuan Hukum sebagai wadah untuk pendalaman kemampuan hukum untuk memberikan bantuan ke masyarakat.

MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan diadakan karya latihan bantuan hukum tersebut adalah:

  1. Membangun perspektif calon Pengabdi Bantuan Hukum tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bantuan Hukum Struktural (BHS)
  2. Membangun kesadaran kritis Peserta KALABAHU dan bertindak dalam upaya Pemuliaan martabat Kemanusiaan.
  3. Membentuk keberpihakan peserta KALABAHU kepada Masyarakat miskin, tertindas, dan termajinalkan.
  4. Membangun jaringan dalam isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM).
  5. Penerimaan Volunteer/Relawan Pengabdi Bantuan Hukum YLBHI-LBH Semarang.

 

PENDAFTARAN

Pendaftaran peserta KALABAHU LBH Semarang Angkatan XVIII dimulai tanggal 27 Maret – 15 April 2017 di Kantor LBH Semarang, Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang, Candisari, Semarang 50256. Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054.

Khusus Peserta yang berasal dar luar Kota/Kabupaten Semarang, mendownload Form-form Kalabahu dan mengisi serta mengirimkan via email ke alamat email: kalabahulbhsemarang@gmail.com.

Pendaftaran via E-mail SAH apabila dokumen yang didaftarkan (Formulir Registrasi Kalabahu, FC Ijazah S1 / Transkrip Nilai min 110 SKS terlegalisir, FC KTP/SIM, Foto Warna 3×4, Surat Pernyataan Tidak dalam ikatan dinas sebagai PNS/TNI/POLRI, Surat Pernyataan Bersedia Mengikuti KALABAHU LBH Semarang 2017 secara keseluruhan) di-SCAN, dan seluruh filenya diemail bersama File Formulir Registrasi Kalabahu yang telah diisi lengkap dan ditandatangani.

Daftar Formulir [silakan download DISINI]:

  • Formulir Registrasi Peserta Kalabahu Angkatan XIX tahun 2017.
  • Surat Pernyataan Tidak Dalam Ikatan Dinas sebagai PNS/TNI/Polri/BIN.
  • Surat Pernyataan Bersedia Mengikuti KALABAHU Angkatan XIX tahun 2017 secara keseluruhan.

 

SELEKSI PESERTA CALON KALABAHU

Seleksi Calon peserta Kalabahu tanggal 17 – 19 April 2017. Setelah pendaftaran, para calon peserta diseleksi sesuai dengan besaran nilai pada kuisioner yang telah disiapkan panitia pengarah. Peserta disaring sebanyak 25 (dua puluh lima) orang yang terdiri dari Mahasiswa Hukum/Sarjana Hukum/Syariah dan juga Aktivis Pembela Hak Asasi Manusia dengan komposisi 20 (dua puluh) orang dari Mahasiswa Hukum/Sarjana Hukum/Syariah dan 5 (lima) orang dari Jaringan/Komunitas Korban pelanggaran HAM.

Pada tahapan Seleksi, semua Calon Peserta Kalabahu, akan menjalani Tes Tertulis dan Wawancara pada tanggal 17-19 April 2017 di Kantor LBH Semarang, Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang, Candisari, kota Semarang.

 

PENGUMUMAN DAN DAFTAR ULANG

Dari hasil seleksi kemudian ditentukan dan diumumkan para calon peserta yang berhak mengikuti KALABAHU pada 23 April 2017. Daftar ulang dapat dilakukan pada tanggal 26 – 28 April 2017.

 

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan Karya latihan bantuan hukum LBH Semarang 2017 akan diadakan pada:

1)      Pendidikan dan Pelatihan Tematik KALABAHU [In Class]

  • Waktu             : 2 – 18 Mei 2017
  • Tempat           : Semarang [Menyusul]

2)      Live In di komunitas dampingan LBH Semarang [Out Class], tanggal 19-23 Mei 2017.

 

SYARAT CALON PESERTA

  1. Sarjana/Mahasiswa Hukum/Syariah.
  2. Telah menempuh minimal 110 SKS bagi Mahasiswa.
  3. Usia maksimal 27 tahun pada saat pendaftaran.
  4. Melampirkan fotokoi Ijazah S-1/Tanda Kelulusan yang dilegalisasi bagi Sarjana.
  5.  Melampirkan fotokopi Hasil Studi/Transkip Nilai yang telah dilegalisir.
  6. Fotokopi KTP/SIM.
  7. Pas Foto berwarna ukuran 3×4 (2 lembar).
  8. Membuat surat pernyataan tidak sedang dalam ikatan dinas PNS/POLRI/TNI/BIN.
  9. Membuat surat pernyataan bersedia mengikuti seluruh rangkaian KALABAHU 2017 diatas Materai.
  10. Mengisi Biodata dan mengikuti Tes Tertulis yang telah disiapkan panitia.
  11. Menyertakan karya (paper, foto, poster, dll) dengan tema HAM dan Keadilan Sosial. [dipresentasikan pada waktu Tes Wawancara].

 

BIAYA

Setiap calon peserta KALABAHU yang lulus seleksi, dikenakan Biaya Transportasi Live In Rp 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dibayarkan pada saat daftar ulang.

 

BENTUK KEGIATAN

Bentuk kegiatan karya latihan bantuan hukum LBH Semarang adalah:

1)     Pendidikan dan pelatihan materi tematik KALABAHU 2017 selama 12 (dua belas) hari.

2)     Live in di komunitas sebagai tindak lanjut pelatihan KALABAHU 2017 selama 5 (lima) hari.

 

METODE, KURIKULUM, DAN PEMATERI

  • Metode
  1. Diskusi  &  Dialog,  dimaksudkan  agar  terjadi  interaksi  antara  peserta  dengan  pemberi  materi sehingga  dapat  menambah  kematangan  pemahaman  materi  serta  memberikan  konsep  atau teori terbaru ;
  2. Focus Group Discussion, sebagai pola mengikatkan diri antar peserta agar dapat memecahkan setiap permasalahan yang disampaikan dalam pelatihan;
  3. Resensi,  pemberian tugas ini dimaksudkan sebagai alat evaluasi dan pematangan pemahaman peserta dalam mengikut materi pelatihan ;
  4. Presentasi,  peserta  diharapkan  dapat  memaparkan  temuan-temuan  masalah  serta menjelaskan solusi yang harus dilakukan ;
  5. Simulasi, setiap materi-materi yang disampaikan dapat dibahasakan dalam wilayah praktisnya, sehingga  dibutuhkan   peragaan-peragaan  agar  peserta  dapat  memahami  dan  menjiwai  pola penanganan kasus dan pemberian bantuan hukum lainnya ;
  6. Praktek  lapangan,  dapat  berupa  pencarian  data  dan  informasi  dan  merumuskan  upaya pendampingan dimasyarakat melalui melalui materi-materi yang telah disampaikan ;
  7. Pemutaran  film,  dimaksudkan  secara  tidak  langsung  peserta  dapat  melihat  upaya  advokasi yang bernuansa publik serta realitas masalah yang terjadi di masyarakat.

 

  • Materi
  1. Filsafat Dasar
  2. Sejarah Perkembangan Masyarakat
  3. Bantuan Hukum Struktural dan Ke-LBH-an
  4. Hukum Progresif
  5. Pengantara Hak Asasi Manusia (HAM)
  6. Kebebasan Beragama dan Berkeyakiinan (KBB)
  7. Perempuan dan Kesetaraan Gender
  8. SOGI (Sexual Orientation Gender Identity)
  9. Hak Atas Lingkungan Hidup
  10. Hak Atas Tanah
  11. Nelayan dan Hak atas Ruang Wilayah Pesisir
  12. Hak Atas Kota
  13. Gerakan dan Hukum Perburuhan
  14. Fair Trial
  15. Advokasi [berbasis HAM]
  16. Kampanye
  17. Teknik Penyusunan Legal Opini
  18. Stratak Pidana
  19. Stratak Perdata
  20. Stratak PTUN
  21. Stratak PHI
  22. Analisis Sosial (Ansos)
  23. Participatory Action Research (PAR)
  • Pemateri

Para  pemateri  yang  akan  mengisi  kegiatan  KALABAHU  terdiri  dari  akademisi,  praktisi,  aktivis organisasi non pemerintah, dan tokoh masyarakat.

 

RUNDOWN KALABAHU 2017

 

TAHAP                   KETERANGAN WAKTU TEMPAT
PENDAFTARAN

Merupakan tahapan pengumuman yang disebarkan secara luas ke seluruh Perguruan Tinggi di wilayah Kota Semarang/Jawa Tengah atau Lembaga Swadaya Masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk menyaring calon peserta sebanyak-banyaknya yang kemudian di seleksi dengan baik.

27 Maret – 15 April 2017

Datang Langsung ke Kantor LBH Semarang
SELEKSI CALON PESERTA KALABAHU Setelah pendaftaran, para calon peserta diseleksi melalui tes tertulis dan tes wawancara sesuai dengan besaran nilai kuisioner yang telah disiapkan panitia pengarah. Peserta disaring sebanyak 25 (Dua Puluh Lima) orang.

17-19 April 2017

LBH Semarang

PENGUMUMAN Dari hasil seleksi kemudian ditentukan dan diumumkan para calon peserta yang berhak mengikuti KALABAHU.

23 April 2017

LBH Semarang

DAFTAR ULANG Bagi peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi maka diwajibkan untuk melakukan daftar ulang.

26-28 April 2017

LBH Semarang

PELAKSANAAN Peserta mengikuti KALABAHU dengan materi dan pembicara yang telah disiapkan. Dan dibuka dengan Stadium General/Seminar Terbuka. Dan pelaksanaan Live in di komunitas dampingan LBH Semarang

2 -23 Mei 2017

LBH Semarang

PENUTUPAN Penutupan dilaksanakan setelah peserta mengikuti serangkaian kegiatan KALABAHU.

24 Mei 2017

Griya Paseban, Semarang.

 

NAMA, PENYELENGGARA, DAN SUSUNAN PANITIA

Pelatihan ini di namakan Kara Latihan Bantuan Hukum disebut KALABAHU Angkatan XIX Tahun 2017 dengan tema “Membumikan Bantuan Hukum Struktural untuk Keadilan Sosial dan Pemuliaan Martabat Kemanusiaan”. KALABAHU diselenggarakan oleh LBH Semarang bekerjasama dengan The Asia Foundation. Adapun Susunan Panitia terlampir.

 

KONTAK PANITIA

Nico Andi Wauran   : 0857-9912-0425

Etik                                    : 0838-4231-7409

Yunianto                        : 0838-3863-3648

 



Leave a Comment

© Copyright 2017 by Yayasan LBH Indonesia - Lembaga Bantuan Hukum Semarang
Pertanyaan, saran, keberatan, harap disampaikan melalui email: yunianto2008@gmail.com

Alamat:
Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang
Candisari, Semarang
Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054