Ibu-Ibu Terdampak Pabrik Semen Rembang Mengadu ke Kejati Jateng

15 - Sep - 2015 - by - Advokasi,Kliping Media,Non Litigasi - No Comments »
Picture ofIbu-Ibu Terdampak Pabrik Semen Rembang Mengadu ke Kejati Jateng

Ibu-Ibu Terdampak Pabrik Semen Rembang Mengadu ke Kejati Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar 20 orang wanita warga terdampak pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (SI) yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang mendatangi Kejati Jateng, Senin (14/9/2015).

Puluhan ibu-ibu itu datang sekitar jam 10.30. Mereka kemudian berkumpul di depan pintu gerbang Kejati Jateng. Mereka kemudian menyanyikan lagu-lagu jawa untuk menyuarakan aspirasi kepada Kejati.

Tidak berselang lama, perwakilan mereka diterima masuk ke Kantor Kejati untuk melakukan audiensi. Sementara ibu-ibu lainnya tetap melanjutkan nyanyian tembang jawa di depan Kantor Kejati Jateng.

Dengan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, puluhan massa dari JMPPK sempat bersitegang dengan pegawai Kejati Jateng. Mereka menuntut untuk bisa masuk bertemu dengan Kepala Kejati Jateng. Tak berapa lama, perwakilan JMPPK yang berada di depan pagar dibawa petugas Kejati Jateng masuk ke pojok ruangan yang ada di tempat parkir kantor Kejati Jateng.

Belum juga audiensi bertemu Kajati Jateng, suasana di ruang tersebut tetap saja alot belum menemukan kesepakatan. Hingga ahirnya pihak Kejati Jateng diwakili Kasi Bidang Sosial Politik (Kasi III) pada Asisten Intelijen, Albert Pangaribuan memutuskan hanya 3 perwakilan yang boleh naik ke kantor Kejati Jateng, dengan alasan kantor Kejati Jateng masih direhab terutama bagian ruang informasi publik.

Anggota LBH Semarang selaku juru bicara JMPPK Rembang, Zainal Arifin mengatakan, kedatangan mereka untuk melakukan audiensi dan mengadukan adanya dugaan tindak pidana oleh PT. Semen Indonesia kepada Kejati Jateng.

“Pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, terus berjalan. Tak hanya perusakan lingkungan saja, kami menyoroti kemungkinan korupsi dan pelanggaran tata ruang oleh PT Semen Indonesia,” kata Zainal Arifin.

Aduan ini, lanjut Zainal Arifin, masih sebatas dugaan tindak pidana kaitannya dengan pelanggaran tata ruang. Hanya saja, dirinya masih belum menyertakan bukti adanya dugaan pelanggaran tersebut.

“Intinya kami sampaikan terlebih dahulu lah. Akan kami tindak lanjuti dengan surat dan buktinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak permasalahan kasus Semen Indonesia yang belum usai. Seperti tukar lahan pengganti di Kabupaten Kendal. Menurutnya, tukar lahan inilah yang diindikasikan terjadi tindak pidana korupsi. “Ini yang ada indikasi korupsinya. Tapi belum kita sertakan bukti semuanya,” jelasnya.

Dalam ketentuan, perusahaan pengguna lahan hutan wajib mengganti dua kali luasan lahan yang dipakai. Namun hingga pembangunan pabrik semen telah selesai 50 persen, pemberian lahan pengganti tidak jelas bahkan masih dalam sengketa di Pengadilan. (*)

jateng.tribunnews.com 14 September 2015

Link Download Media



Leave a Comment

© Copyright 2017 by Yayasan LBH Indonesia - Lembaga Bantuan Hukum Semarang
Pertanyaan, saran, keberatan, harap disampaikan melalui email: yunianto2008@gmail.com

Alamat:
Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang
Candisari, Semarang
Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054