PT Sukarlin Nawa Putra Gugat Warga Pesaren

23 - Oct - 2014 - by - Kliping Media,Litigasi - No Comments »
Picture ofPT Sukarlin Nawa Putra Gugat Warga Pesaren

Radar Pekalongan, 22 Oktober 2014

PT Sukarlin Nawa Putra Gugat Warga Pesaren

KENDAL – PT Sukarlin Nawa Putra menggugat warga Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo karena dianggap menempati tanah yang bukan menjadi miliknya. Sidang perdana kasus tanah rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri Kendal, Selasa (21/10), namun ternyata ditunda hingga Senin minggu depan. Hal itu terjadi karena dari 10 tergugat, hanya dihadiri 6 orang saja, sehingga Ketua Majelis Hakim, Indah Novi, memutuskan untuk menundanya.

Kuasa hukum tergugat, dari Lembaga bantuan Hukum (LBH) Semarang, Zaenal, mengaku, sidang memang ditunda Senin minggu depan. Karena jumlah tergugat tidak lengkap atau tidak bisa hadir seluruhnya.

Zaenal mengatakan, warga yang digugat oleh Direktur PT Sukarli Nawaputra, Sadono, RT 5/3 Pulanharjo, Sukorejo, berjumlah 10 orang. Masing-masing bernama Trisunah, Sutari, Binem, Kusen, Niyem, Tukiyah, Tuminah, Nariyah, Giyem, dan Sunardi. Mereka digugat karena dianggap telah melawan perbuatan hukum. Sebab tanah sengketa itu telah dibagi-bagikan kepada ahli waris masing-masing. “Menurut pandangan kami, sebenarnya PT Sukarli Nawa Putra kekurangan alat bukti,” ujarnya.

Kronologis sengketa tersebut berawal dari tahun 1967, tanah tersebut digarap oleh 13 orang. Kemudian diterbitkan leter D oleh desa, dan para penggarap diminta membayar pajak. Namun, sekitar tahun 1970, leter D ditarik oleh Kades Pesaren pada waktu itu, Sudarman, dan warga diberi uang Rp12 ribu sebagai pengganti uang pajak yang telah dibayarkan oleh warga.

Pada tahun 1970, PT Sukarlin Nawa Putra kemudian menanami tanah tersebut dengan tanaman Cengkeh. Pada tahun 1999, lanjut Zaenal, warga  kemudian menanami tanah tersebut. “Uang Rp12 ribu itu sebagai pengganti uang pajak. Bukan untuk membeli tanah, jadi tanah itu, masih milik warga,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Kawula Alit Mandiri, Trisminah, yang juga menjadi tergugat, mengaku tanah seluas 16 hektar itusudah digarap oleh 13 orang sejak tahun 1960, karena tanah itu, diakui memang milik mereka. Sekarang  tanah itu, digarap oleh 75 orang, sebagai ahli waris 13 orang itu. “75 orang itu, tergabung dalam Kelompok Tani Kawula Alit Mandiri. Kami siap menghadapi gugatan PT Sukarlin Nawa Putra,” katanya.

Terkait dengan kasus tersebut, kuasa hukum PT Sukarlin Nawa Putra, Edi Wahyudi, mengungkapkan, kliennya menggugat 10 orang warga desa Pesaren Sukorejo, karena mereka menjarah cengkeh hasil kebun PT Sukarli Nawa Putra. “Cengkeh itu ditanam di atas tanah yang sudah dikuasai oleh klien saya sejak tahun 1970,” bebernya. (yog)

Download Link Media



Leave a Comment

Tulisan Terkait

12 - Aug – 2014 - Admin

Penolakan Warga Terkait Amdal Buruk


18 - Nov – 2015 - Admin

Warga Kendeng Bersyukur PTUN Batalkan Izin Lingkungan Pabrik Semen


4 - Jul – 2014 - Admin

Karst Rembang Bukan untuk Ditambang


6 - Aug – 2014 - Admin

Lokasi PLTU Dipindah


19 - Dec – 2014 - Admin

Eksepsi Gubernur Ditolak


Tulisan Terkait

18 - Nov – 2015 - Admin

Warga Kendeng Bersyukur PTUN Batalkan Izin Lingkungan Pabrik Semen


2 - Jul – 2014 - Andiyono

Sidang Perkara Pidana Nomor : 08/Pid.Sus/2014/PN.Smg.


7 - Jul – 2014 - Andiyono

Sidang Petani Pati


21 - Nov – 2014 - Admin

Majelis Hakim PTUN Semarang Dirombak


2 - Aug – 2017 - Admin

Press Release


© Copyright 2017 by Yayasan LBH Indonesia - Lembaga Bantuan Hukum Semarang
Pertanyaan, saran, keberatan, harap disampaikan melalui email: yunianto2008@gmail.com

Alamat:
Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang
Candisari, Semarang
Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054