Bentrokan di Rembang, JMPPK: Warga Diangkat Lalu Dilempar

17 - Jun - 2014 - by - Kliping Media - No Comments »
 0

 32

image

DIANGKAT: Beberapa warga yang tengah memprotes pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia diangkat dari tempat mereka melakukan aksi pemrotesan, Senin (16/6). (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com –  Masyarakat peduli lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang mengkonfirmasi terjadinya bentrokan antara warga dengan aparat yang berjaga di calon lokasi pabrik semen Gunem, Rembang, Senin (16/6). Salah satu tim dokumentasi dari JMPPK Rembang, Aan yang saat itu berada di lokasi kejadian membenarkan adanya bentrokan tersebut.

“Benar, ada bentrokan antara warga dengan aparat (Polisi). Ada bukti foto dan videonya juga kok,” ujar Aan saat dihubungi suaramerdeka.com, Selasa (17/6).

Aan mengungkapkan, bentrokan terjadi karena aparat mendorong-dorong, mengangkat kemudian melempar warga yang menolak pembangunan pabrik semen. “Warga yang ada di jalan diangkat kemudian dilempar oleh aparat. Kami dianggap mengganggu dan menutupi jalan masuk ke area peresmian pembangunan pabrik baru PT Semen Indonesia di Gunem,” ungkap Aan.

Saat disinggung, kebenaran terkait penangkapan beberapa aktifis pada saat kejadian, Aan juga membenarkan hal tersebut. “Iya bener, ada tujuh orang yang ditangkap. Diantaranya, Susilo, Suplon, Suwater, Nurwanto, Mbak Yani, dan Pak Bowo dari tim dokumentasi warga. Serta satu orang dari tim dokumentasi LBH Semarang, Luthvi. Memang bukan dari pers. Hanya dari tim dokumentasi warga dan lembaga yang saat itu menolak pembangunan pabrik. Mereka ditangkap, kemudian ditahan di dalam mobil, dan diinterogasi. Setelah beberapa jam baru dilepas,” tuturnya.

Aan menambahkan, ketujuh orang yang ditangkap tersebut, dikarenakan mendokumentasikan kegiatan penolakan pembangunan pabrik semen tersebut dan dituding sebagai wartawan palsu. “Teman-teman yang bertugas mendokumentasikan kejadian, diminta menunjukkan kartu wartawan. Tapi kan kami memang bukan dari wartawan, melainkan hanya tim dokumentasi, jadi gak bisa nunjukin. Setiap kami mau mengambil gambar selalu dihalang-halangi dan dilarang,” ungkapnya.

Bahkan, Aan mengungkapkan, pada Senin (16/6) malam, warga yang melanjutkan aksi penolakan pembangunan pabrik semen tersebut dengan mendirikan tenda di lokasi juga sempat mendapat intimidasi dari pihak aparat. Beberapa aparat dari Polsek Bulumantingan dan Koramil Bulumantingan bahkan juga mengobrak-abrik tenda yang didirikan warga. Selain itu, distribusi makanan serta penerangan juga dilarang.

“Katanya (kata anggota polisi yang melakukan intimidasi dan pelarangan, red) itu perintah Kapolres Rembang,” ungkapnya.

Aksi penolakan pabrik semen di Gunem, Rembang, rencananya akan berlangsung hingga alat berat ditarik dari lokasi pembangunan pabrik, dan tuntutan masyarakat dikabulkan.

( Marlin / CN38 / SMNetwork )

Link Media  —> Suara Merdeka News 17 Juni 2014



Leave a Comment

© Copyright 2017 by Yayasan LBH Indonesia - Lembaga Bantuan Hukum Semarang
Pertanyaan, saran, keberatan, harap disampaikan melalui email: yunianto2008@gmail.com

Alamat:
Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang
Candisari, Semarang
Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054