Pendampingan Pedagang Pasar Kanjengan, Semarang

7 - Apr - 2014 - by - Advokasi,Non Litigasi - No Comments »

Semarang, April 2014. Sejak 2005 konflik Pasar Kanjengan, Semarang mulai memanas. Konflik ini dipicu dari habisnya Hak Guna Bangunan PT. Pagar Gunung Kencana, dimana berakibat pada terancamnya puluhan pedagang yang berjualan di Blok C dan D Pasar tersebut. Dengan berakhirnya HGB tersebut, maka pedagang terancam diusir oleh Pemerintah Kota Semarang, terlebih kelihatanya Pemkot sudah mempunyai rencana pengembangan pasar.

Persoalan ini berlarut-larut mengingat masing-masing pihak saling klaim untuk dapat bertahan disana, bahkan PT dan sebagian pedagang yang merasa pernah membeli menggugat Pemkot ke PTUN Semarang. Disatu sisi Pemegang HGB masih berharap dapat memperpanjang dan mengelola kembali Pasar Kanjengan, disisi yang lain pedagang meminta agar mereka diperhatikan jangan sampai tergusur, sementara Pemkot sendiri menginginkan agar bangunan dibongkar dan dikosongkan.

Tahun 2014, akhirnya seluruh proses hukum gugatan yang dilayangkan masing-masing pihak gagal. Sehingga Pemkot yang merasa dimenangkan beberapa kali memaksa agar pedagang mengosongkan bangunan pasar karena harus dieksekusi, padahal nasib puluhan pedagang pasar Kanjengan belum jelas.

Melihat situasi yang makin tegang diantara ketiga pihak, pedagang sebagai yang paling terancam kemudian mengadukan permasalahan tersebut melalui surat ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau KOMNASHAM Republik Indonesia. Pada tanggal 13 November 2013, menindaklanjuti surat, pedagang keKOMNASHAM meminta difasilitasi mediasi oleh KOMNASHAM.

Setelah permohonan mediasi tersebut, akhirnya dua kali diselenggarakan mediasi antara pedadang dan Pemkot Semarang. Mediasi dihadiri oleh Komisioner KOMNASHAM bapak Ansori Sinungan dan dihadiri oleh Perwakilan Pedagang, Kuasa Hukum (LBH Semarang) dan Perwakilan Pemkot Semarang (Kepala Dinas Pasar dan Kabid Pasar, Asisten II, dan Biro Hukum Pemkot Semarang). Dari duakali mediasi tersebut diperoleh Kesepakatan kurang lebih sebagai berikut;

  1. Bahwa pembongkaran pasar Kanjengan diberitahukan 6 bulan sebelum dibangun;
  2. Rencana pembangunan akan dilaksanakan paling cepat pada tahun 2016 menggunakan APBD Kota Semarang dan apabila dimungkinkan menggunakan dana lain (investor) dengan tetap memprioritaskan pedagang;
  3. Pada saat pembongkaran, pedagang diberikan tempat relokasi di sekitar kawasan pasar Johar,dengan prioritas alternatif jika yang dibangun terlebih dahulu blok C maka pedagang direlokasi sementara keBlok D, demikian sebaliknya.

Dengan proses mediasi tersebut, dicapai kesepakatan bersama yang ini menjadi komitmen untuk dikawal, termasuk memberikan penjelasan kepada DPRD Kota Semarang bila kedepan diperlukan. Konflik tersebut juga pada akhirnya dapat diselesaikan.



Leave a Comment

© Copyright 2017 by Yayasan LBH Indonesia - Lembaga Bantuan Hukum Semarang
Pertanyaan, saran, keberatan, harap disampaikan melalui email: yunianto2008@gmail.com

Alamat:
Jl. Jomblangsari IV No. 17 Jomblang
Candisari, Semarang
Telp. (024)86453054, 86453050 Fax. (024)86453054